Home > Pendidikan & Literasi > Mahasiswa Jakarta Desak Bupati Halteng Benahi Krisis Listrik dan Air Bersih di Pulau Gebe

Mahasiswa Jakarta Desak Bupati Halteng Benahi Krisis Listrik dan Air Bersih di Pulau Gebe

Redaksi Intronusantara 23 September 2026 Pendidikan & Literasi
Mahasiswa Jakarta Desak Bupati Halteng Benahi Krisis Listrik dan Air Bersih di Pulau Gebe

Jakarta, IntroNusantara – Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah (HIPMA HALTENG) JABODETABEK mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk segera mengatasi krisis listrik dan air bersih yang berkepanjangan di Pulau Gebe. 

Pengurus inti HIPMA HALTENG JABODETABEK, Iwan Firdaus, menegaskan bahwa pemerintah daerah harus memberikan keadilan pembangunan publik dan tak menganaktirikan masyarakat Pulau Gebe.

Iwan menyampaikan tuntutan tersebut sebagai respons atas ketimpangan pelayanan publik di tengah klaim keberhasilan pembangunan oleh pemerintah kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara. 

Menurutnya, pemadaman listrik yang kerap terjadi dan sulitnya akses air bersih mencerminkan kelalaian pemerintah dalam memenuhi hak dasar warga kepulauan.

“Negara menjamin hak rakyat atas air melalui Pasal 6 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Artinya, Pemerintah punya tanggung jawab mutlak untuk memastikan masyarakat mendapatkan pasokan air yang cukup, aman, dan berkelanjutan,” ujar Iwan dalam keterangannya di Jakarta. Pada selasa kemarin (22/09/2026) Pukul 15.08 WIT.

Salain itu, Mahasiswa asal Pulau Gebe ini juga mengkritik kontrasnya pencitraan pemerintah di ruang publik dengan realitas di lapangan. Ia menilai indeks keberhasilan dan citra gemilang yang dipamerkan pemerintah daerah tidak bermakna selama kebutuhan dasar masyarakat di wilayah kepulauan terabaikan.

Lebih lanjut, Iwan menyoroti ketidakadilan ekonomi yang menimpa Pulau Gebe. Ia mengingatkan bahwa wilayahnya memiliki kontribusi besar terhadap pendapatan Halmahera Tengah melalui kekayaan sumber daya alamnya.

Kekecewaan tersebut ia tuangkan dalam ungkapan lokal, “Ngoni su ambe uang biru deng merah, baru ngoni kase makan tong abu” (Kalian sudah mengambil uang biru dan merah, baru kalian memberi makan kami abu). Katanya dengan nada kesal

Sebagai langkah konkret, mahasiswa mendesak Bupati Halmahera Tengah untuk turun langsung meninjau kondisi lapangan dan mengevaluasi kinerja jajarannya.

Adapun Iwan meminta bupati mencopot Camat Pulau Gebe jika terbukti tidak mampu menjalankan fungsi pelayanan pemerintahan dengan baik.

“Kami tidak meminta perlakuan khusus, kami hanya meminta hak yang sama. Kami pernah menghidupkan Halmahera Tengah yang dulunya redup. Jangan sampai hari ini Pulau Gebe justru dibiarkan redup karena pelayanan dasarnya tidak diperhatikan,” pungkas Iwan. Melalui telponVia Whatsapp kepada Awak Media IntroNusantara.com 

(Red/Yuda) 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *