
HIPMA Halteng Jabodetabek Desak Ketua DPRD dan DPP PAN Evaluasi Sadri Kobul
Jakarta, IntroNusantara – Wakil Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Halmahera Tengah (HIPMA Halteng) Jabodetabek, Qodri, mendesak Ketua DPRD Kabupaten Halmahera Tengah dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) untuk segera mengevaluasi Sadri Kobul.
Qodri melayangkan desakan tersebut menyusul dugaan tindakan emosional Anggota DPRD Halteng dari Fraksi PAN itu di Mess Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Sabtu (13/06/2026).
Aksi penolakan ini menguat setelah informasi dan rekaman video yang memperlihatkan tindakan emosional Sadri Kobul di fasilitas milik Pemda tersebut beredar luas.
Penjaga Mess Pemda Halteng, Om Badun, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat Sadri Kobul datang bersama seorang mahasiswa untuk menempati fasilitas mess. Media IntroNusantara menerim Rilisan dari wakil ketua Hipma Halteng Jabodetabek. Pada senin (15/6/2026)
Pengelola kemudian menyarankan mereka untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah Daerah demi menghindari masalah administrasi. Namun, saran tersebut justru memicu kemarahan Sadri Kobul hingga ia menendang galon air minum di area mess.
Qodri sangat menyayangkan tindakan tersebut karena tidak mencerminkan sikap seorang wakil rakyat. Menurutnya, seorang anggota DPRD merupakan representasi masyarakat yang wajib menunjukkan sikap dewasa, bijaksana, serta menghormati fasilitas publik.
Selain itu, Qodri juga mempertanyakan alasan Sadri Kobul yang membawa-bawa nama mahasiswa Halmahera Tengah dalam pusaran masalah ini. Ia menegaskan bahwa HIPMA Halteng Jabodetabek selaku organisasi resmi tidak pernah menerima komunikasi ataupun mengenal mahasiswa yang Sadri maksud.
Qodri meminta Sadri tidak menggunakan nama mahasiswa untuk membenarkan tindakan yang memicu kegaduhan.
Meskipun mahasiswa Halmahera Tengah saat ini membutuhkan fasilitas asrama yang representatif di luar daerah, Qodri menyatakan bahwa perjuangan tersebut harus tetap menonjolkan etika dan cara-cara yang bermartabat.
Sebagai kaum terpelajar, mahasiswa selalu mengedepankan argumentasi dan dialog demokratis, bukan tindakan emosional yang merusak citra lembaga publik.
Oleh karena itu, HIPMA Halteng Jabodetabek meminta Ketua DPRD Halmahera Tengah dan DPP PAN tidak menutup mata serta segera memanggil Sadri Kobul untuk memberikan klarifikasi.
Jika pihak terkait mengabaikan tuntutan ini, HIPMA Halteng Jabodetabek mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan kantor DPP PAN demi menjaga marwah lembaga dan akuntabilitas pejabat publik.
(Yuda/Red)