Home > Lingkungan & Ekologi > Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemuda Desa Yondeliu Halmahera Tengah Antisipasi Banjir

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemuda Desa Yondeliu Halmahera Tengah Antisipasi Banjir

Redaksi Intronusantara 9 Juni 2026 Lingkungan & Ekologi
Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pemuda Desa Yondeliu Halmahera Tengah Antisipasi Banjir

Patani, IntroNusantara – Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2026 menjadi pemantik semangat bagi pemuda Desa Yondeliu, Kabupaten Halmahera Tengah.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kurang membaik, para pemuda desa mengambil langkah nyata dengan menggelar aksi pembersihan saluran air guna mencegah banjir dan menjaga keindahan desa Selasa (9/6/2026)

Tokoh pemuda, Sufrin Ridja SH., MH. menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara pemuda, pemerintah desa, dan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah.

Menurutnya, pemuda harus berdiri di garda terdepan dalam menjaga kelestarian ekosistem lokal.

“Dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat akhir-akhir ini, kami sebagai pemuda harus bersinergi dengan Pemda Halmahera Tengah dan pemerintah desa untuk selalu peduli terhadap lingkungan dan keindahan. Bersama pemuda Desa Yondeliu, kami juga mengucapkan Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni 2026,” ujar Sufrin.

Bukan Sekadar Seremoni

Peringatan tahun ini dinilai bukan sekadar seremoni tahunan yang dipenuhi slogan dan spanduk.

Momentum ini menjadi kesadaran kolektif bahwa desa, sungai, hutan, dan sumber kehidupan sedang membutuhkan perhatian nyata dari manusia di tengah ancaman pencemaran, banjir, hingga perubahan iklim.

Aksi turun langsung membersihkan saluran air oleh pemuda Yondeliu ini mencerminkan kembali nilai gotong royong yang mulai pudar di era modern.

Saluran air yang bersih terbukti krusial untuk memperlancar aliran air, menjaga kesehatan warga, mencegah genangan, serta mengurangi risiko banjir saat musim hujan tiba.

Benteng Pertahanan Alam

Secara filosofis, aksi pembersihan ini bermakna sebagai usaha mengikis sikap apatis masyarakat terhadap lingkungan. Air adalah sumber kehidupan, dan saluran yang tersumbat sampah mencerminkan tersumbatnya kepedulian manusia terhadap alam.

Desa kini dipandang sebagai benteng terakhir pelestarian ekosistem karena menyimpan hutan, mata air, dan kebun. Melalui aksi memegang cangkul dan sekop secara bersama-sama, pemuda Desa Yondeliu menanamkan harapan baru bahwa masa depan lingkungan dapat dijaga melalui kepedulian dan cinta tanah kelahiran.

Pembersihan Lingkungan sebagai Menjaga kesehatan. Foto | Bandri

Lingkungan yang bersih adalah cermin masyarakat yang cerdas, dan pemuda yang peduli adalah tanda masa depan yang cerah.

((Yuda/Red) 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *