Home > Pendidikan & Literasi > Pembentukan PB Fagogoru Tuai Penolakan, Dinilai Tidak Transparan dan Sepihak

Pembentukan PB Fagogoru Tuai Penolakan, Dinilai Tidak Transparan dan Sepihak

Redaksi Intronusantara 8 Mei 2026 Pendidikan & Literasi
Pembentukan PB Fagogoru Tuai Penolakan, Dinilai Tidak Transparan dan Sepihak

Halmahera Tengah, IntroNusantara – Pembentukan Pengurus Besar (PB) FAGOGORU pada 6 Mei 2026 memicu reaksi keras dari sejumlah elemen mahasiswa. 

Salah satunya Himpunan Mahasiswa Patani. Organisasi ini dianggap tidak memenuhi prinsip keterbukaan karena dibentuk tanpa sosialisasi dan kajian yang melibatkan mayoritas mahasiswa Fagogoru.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Patani, M. Nur Hazzaq Rafli, mengkritik keras terpilihnya Suryanto Rauf sebagai Ketua Umum PB FAGOGORU.

Ia menilai proses tersebut tidak memiliki legitimasi karena dilakukan secara tertutup dan mengabaikan etika organisasi.

“PB FAGOGORU dibentuk tanpa sosialisasi yang jelas. Seharusnya, berbagai organisasi kemahasiswaan dan OKK dilibatkan dalam pembahasan serta pengkajian sebelum organisasi ini dibentuk,” tegas Hazzaq dalam keterangan tertulisnya, Jumat (8/5/2026).

Hazzaq menambahkan, jika organisasi tersebut benar-benar ditujukan untuk kepentingan kolektif, maka ratusan mahasiswa Fagogoru semestinya dilibatkan sejak awal dalam proses pengambilan keputusan.

Tuntutan Mahasiswa:

Klarifikasi Dasar Pembentukan: Meminta kejelasan mengenai tujuan, arah organisasi, dan mekanisme pengangkatan pengurus.

Diskusi Terbuka: Mendesak dilaksanakannya forum diskusi agar seluruh mahasiswa Fagogoru dapat menyampaikan pandangan dan kritik secara langsung.

Inklusivitas: Menolak keputusan sepihak yang dianggap sarat kepentingan tertentu dan tidak mencerminkan aspirasi mahasiswa secara menyeluruh.

Hingga saat ini, polemik pembentukan PB FAGOGORU terus bergulir dan menjadi sorotan di kalangan mahasiswa Fagogoru

(Yuda/Red)

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *