Presiden Prabowo Tegaskan Strategi Pemutusan Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat

Jakarta, intronusantara – Pemerintah Indonesia menggelar rapat terbatas di Istana Merdeka pada Rabu 5 November 2025.

Rapat ini dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.

Rapat tersebut membahas langkah-langkah strategis pemerintah dalam mempercepat upaya penanggulangan kemiskinan melalui dua pendekatan utama, yakni peningkatan kualitas pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Baca juga:

Otoritas dan Kontestasi Tafsir: Warisan Intelektual Nurcholish Madjid 

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya pelaksanaan strategi pemutusan mata rantai kemiskinan secara konkret, terukur, serta melibatkan seluruh sektor pendidikan dan dunia kerja.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghasilkan perubahan nyata dalam menurunkan angka kemiskinan nasional.

“Pemerintah harus memastikan setiap langkah memiliki hasil yang terukur dan berkelanjutan, terutama dengan melibatkan sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan manusia,” tegas Presiden Prabowo.

Baca juga:

Presiden Prabowo Perintahkan Penambahan 30 Rangkaian Baru KRL Jabodetabek

Presiden juga menekankan bahwa penguatan pendidikan vokasi menjadi prioritas utama pemerintah.

“Tujuannya agar lulusan pendidikan nasional memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri,” ujarnya

Selain itu, Presiden Prabowo menginstruksikan agar kapasitas pendidikan vokasi diperluas secara menyeluruh agar lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pasar tenaga kerja.

Pemerintah juga akan memperbanyak program pelatihan vokasi yang melibatkan balai-balai latihan kerja milik pemerintah maupun swasta.

Baca juga:

Presiden Prabowo Saksikan Penyerahan Uang Pengganti Korupsi CPO Rp13,25 Triliun

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menugaskan jajaran terkait untuk mulai merancang konsep sekolah terintegrasi di setiap kecamatan.

Model ini di harapkan menjadi pusat pendidikan holistik yang memadukan jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK dalam satu kawasan dengan fasilitas lengkap mulai dari laboratorium sains, bengkel vokasional, hingga sarana seni dan olahraga.

Langkah tersebut, menurut Presiden, di harapkan dapat memperkuat kualitas pendidikan nasional serta menciptakan generasi yang terampil, mandiri, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.

 

(Abi/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *