Ternate, Intronusantara – Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri terus menggencarkan pencegahan penyebaran radikalisme dan terorisme yang menyasar anak-anak melalui media daring. Terbaru, tim menyambangi siswa-siswi SMA Islam Kota Ternate untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pada Selasa (10/2/2026).
Anggota Tim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara, Bripka M. Novrijal, S.H., mengungkapkan fakta mengejutkan bahwa sepanjang tahun 2025, sebanyak 112 anak dari 26 provinsi terpapar radikalisme. Ia menjelaskan bahwa kelompok radikal kini merekrut anggota tanpa pertemuan fisik.
“Mereka menggunakan modus digital grooming melalui media sosial dan game online untuk mendekati anak-anak. Setelah itu, pelaku memandu korban melakukan sumpah setia atau baiat melalui video call atau rekaman suara, lalu memberikan tugas tertentu,” ujar Bripka Novrijal.
Untuk menangkal ancaman tersebut, Tim Satgaswil membagikan tips sehat bermedia sosial. Mereka mengajak para siswa memanfaatkan teknologi untuk belajar, berkarya, serta mengembangkan kreativitas digital alih-alih terjebak dalam aktivitas negatif.
Di akhir sesi, Bripka Novrijal mengimbau siswa-siswi SMA Islam Ternate untuk selalu menghormati perbedaan suku, agama, dan budaya. Ia juga menekankan pentingnya menghindari aksi perundungan (bullying) serta menjauhi pergaulan dengan komunitas yang berbasis kekerasan.
Kepala Sekolah SMA Islam Kota Ternate, Bapak Kandacong, menyambut baik inisiatif ini. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada Densus 88 AT Polri yang telah menunjukkan kepedulian nyata dalam menjaga generasi muda dari ancaman radikalisme.
(Yuda/Red)
