Home > Lingkungan & Ekologi > Bersihkan Selokan Desa, Ketua Pemuda Yondeliu Dono Tamsil Desak Pemerintah Sediakan Motor Sampah dan Perpustakaan

Bersihkan Selokan Desa, Ketua Pemuda Yondeliu Dono Tamsil Desak Pemerintah Sediakan Motor Sampah dan Perpustakaan

Redaksi Intronusantara 5 Juni 2026 Lingkungan & Ekologi
Bersihkan Selokan Desa, Ketua Pemuda Yondeliu Dono Tamsil Desak Pemerintah Sediakan Motor Sampah dan Perpustakaan

Halmahera Tengah, IntroNusantara – Puluhan pemuda Desa Yondeliu, Kecamatan Patani, menggelar aksi nyata bakti sosial dengan membersihkan lingkungan rumah dan saluran air (got) pada Jumat (5/6/2026). Gerakan gotong royong ini difokuskan untuk mengantisipasi banjir serta menjaga kesehatan masyarakat dari ancaman penyakit.

Gerakan Bersihkan Desa dan Ajakan Gotong Royong

Pemberian saluran air (got) di depan Puskesmas Patani. Foto | Sandri pegawai Puskesmas

Para pemuda menyisir kawasan pemukiman warga dan menguras selokan yang tersumbat oleh sampah dan sedimentasi tanah. Ketua Pemuda Desa Yondeliu, Dono Tamsil, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran terhadap kebersihan lingkungan sekitar.

“Kami berharap kepada seluruh masyarakat Desa Yondeliu, mari torang (kita) jaga kebersihan lingkungan,” ujar Dono Tamsil di sela-sela kegiatan.

Ia juga memberikan apresiasi tinggi sekaligus meminta konsistensi dari seluruh pemuda-pemudi desa agar terus menjaga semangat kebersamaan ini.

“Saya berterima kasih kepada seluruh pemuda yang ikut serta perhatikan lingkungan. Tapi lebih semangat lagi, torang sama-sama turun tangan,” tegasnya.

Suarakan Keluhan Fasilitas dan Pengembangan SDM

Di balik aksi sosial tersebut, Pemuda Desa Yondeliu turut menyuarakan aspirasi mereka. Dono Tamsil mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemerintah Desa hingga Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Tengah terkait program pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pemenuhan fasilitas penunjang.

“Torang harap Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah bisa lihat torang punya kebutuhan pemuda,” harapnya.

Menurutnya, pergerakan pemuda di desa saat ini masih sangat terbatas karena minimnya fasilitas kerja yang memadai, baik untuk urusan penanganan kebersihan maupun sektor pendidikan non-formal bagi generasi penerus.

“Di desa ini, torang dari pemuda masih banyak kekurangan alat kerja. Contoh seperti motor roda tiga (Viar/Kaisar) untuk dipakai buang sampah, dan perpustakaan belajar untuk adik-adik sekolah,” jelas Dono Tamsil memungkasi.

Adapun Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Yondeliu Maluku Utara (Hipma-Y Malut) menambahkan, bahwa tingkatkan Kontrol sosial

“Saya berharap ini tanggung jawab bersama Pemuda Mahasiswa dan orang tua wali murid untuk perhatikan ade-ade pelajar yang keluyuran di malam hari” Tambah Syahrun Bulan (Ketua Hipma-Y Malut).

(Yuda/Red) 

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *