
Direktur Kantor Hukum Muhammad Abd Kadir: Anggota DPRD Malut Partai Demokrat Wajib Dicopot karena Jadi Intelektual Dader Ajakan “Baku Bunuh”
Halmahera Utara, IntroNusantara – Belum usai keresahan masyarakat akibat penghadangan pawai malam takbiran oleh sekelompok orang bersenjata tajam, kini publik kembali gempar oleh tangkapan layar percakapan grup WhatsApp organisasi keagamaan di Halmahera Utara.
Dalam percakapan tersebut, oknum Anggota DPRD Maluku Utara Dapil Halut-Morotai berinisial AK alias Aksandry diduga kuat memprovokasi massa dengan kalimat: “Bilang lansung baku Bunuh sudah, minta keamanan los (lepas)” dan “supaya dong tau bahwa tong me siap.”
Baca juga:
Kantor Hukum Muhammad Abd Kadir Dukung Penuh PSN Koperasi Merah Putih, Wakapanglima TNI Cek Progres Lewat Vicon
Tudingan Aktor Intelektual (Intelektual Dader).
Direktur Kantor Hukum Muhammad Abd Kadir dan Rekan menilai tindakan AK telah memenuhi unsur sebagai Intelektual Dader atau Doenpleger (aktor intelektual/perancang kejahatan).

Menurutnya, pelaku di balik layar memikul ancaman pidana yang sama dengan pelaku lapangan sebagaimana diatur dalam KUHP.
Baca juga:
Polda Maluku Utara Tetapkan Oknum Polisi Tersangka KDRT
“Chattingan AK jelas menunjukkan perannya sebagai perancang kejahatan. Ia memposisikan dirinya sebagai aktor intelektual sekaligus representasi wakil rakyat yang justru memicu konflik antar kelompok,” ujar Abd Kadir.
Desakan PAW karena Menciptakan Kegaduhan
Mengingat Halmahera Utara dan Morotai merupakan wilayah yang multietnis dan multiagama, Abd Kadir mendesak DPP dan DPD Partai Demokrat Maluku Utara segera melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Aksandry. Menurutnya, perilaku AK tidak mencerminkan sosok wakil rakyat yang seharusnya menyejukkan keberagaman.
“Partai Demokrat harus segera mengganti AK agar ulahnya tidak menjadi bumerang yang merusak citra partai di masa depan. Banyak tokoh dan OKP kini mulai bereaksi keras atas pernyataan provokatif tersebut,” tegasnya ke awak media IntroNusantara Pada Senin (30/3/2026)
Imbauan Waspada bagi Masyarakat
Abd Kadir juga mengingatkan bahwa sebagai peraih ribuan suara pada Pemilu 2024, pengaruh AK berpotensi menggerakkan massa untuk berbuat anarkis. Sebagai cicit dari Kapita Tabatuku, ia mengimbau keluarga besar dan masyarakat di Halut serta Morotai untuk tetap tenang namun waspada.
“Jangan takut terhadap ancaman tersebut, tetapi jangan pula lengah. Tetaplah beraktivitas seperti biasa sambil terus memantau perkembangan situasi di lapangan,” tutup Abd Kadir.
(Yuda/Red)
Artikel Terkait
