
Strategi Ekonomi di Balik Penundaan TTP dan THR ASN Ternate 2026
Ternate, IntroNusantara – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menunda pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan Tunjangan Hari Raya (THR) hingga awal April 2026 dinilai sebagai langkah strategis bagi stabilitas ekonomi daerah. Suntikan dana segar sekitar Rp26 miliar yang dijadwalkan cair pasca-Lebaran tersebut diproyeksikan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mencegah perlambatan ekonomi setelah masa raya.
Ekonom Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Sofyan Abas, menilai kebijakan ini memberikan efek stimulus ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Meski terasa menantang dalam jangka pendek, strategi ini diyakini mampu menjaga ritme konsumsi publik.
“Daya beli yang biasanya merosot setelah Lebaran akan tetap terjaga berkat kucuran dana Rp26 miliar dari TTP dan THR ribuan ASN Pemkot Ternate,” ujar Sofyan. Pada Minggu 22/03/2026
Ia menjelaskan bahwa perputaran uang menjelang Lebaran sebenarnya sudah ditopang oleh gaji rutin ASN dan PPPK, serta tunjangan untuk guru, imam, hingga petugas kebersihan. Pencairan TTP dan THR pada April mendatang akan menciptakan “gelombang kedua” aktivitas ekonomi yang signifikan.
“Artinya, setelah Lebaran ekonomi tidak langsung melambat, melainkan tetap bergerak karena adanya tambahan daya beli tersebut,” jelasnya. Pada awak Media IntroNusantara.com Pukul 15.54 WIT.
Selain itu, Sofyan menyoroti potensi efek limpahan (spillover effect) dari daerah tetangga seperti Halmahera Barat yang menerapkan kebijakan serupa. Hal ini memperkuat posisi Ternate sebagai pusat perdagangan dan tujuan belanja utama di wilayah sekitarnya.
“Puluhan miliar rupiah akan beredar. Ternate tetap menjadi magnet belanja, sehingga dampak ekonomi lokalnya akan terasa jauh lebih besar,” tambahnya.
Sofyan mengimbau masyarakat untuk melihat kebijakan ini secara jernih. Menurutnya, langkah fiskal yang diambil Wali Kota Tauhid Soleman dan Sekda Rizal Marsaoly telah melalui perhitungan matang untuk menjaga stabilitas fiskal kota yang sangat mengandalkan APBD sebagai motor penggerak ekonomi.
“Pemkot berada di jalur yang tepat. Walaupun kebijakan ini tampak tidak populer di awal, dampaknya akan memberikan stabilitas ekonomi yang lebih panjang bagi Ternate,” pungkasnya.
(RMY/Red)
Artikel Terkait
